Selasa, 13 Maret 2018

USES AND GRATIFICATIONS : MENITI PEMAHANAN TEORI



USES AND GRATIFICATIONS :
MENITI PEMAHAMAN TEORI
Teori uses and gratification menjelaskan motif penggunaan media tradisional seperti:  televisi, radio, film, surat kabar, serta majalah, tetapi bukan motif penggunaan media baru. Perbedaaan  karakteristik antara media tradisional dan media baru inilah yang menyebebkan mahasiswa menjadi ragu-ragu untuk menerapkan teori ini.
Ini kenapa mahasiswa ragu menggunakan teori ini kerena mahasiswa belum paham betul dengan teori ini dan mungkin pada saat dosen menjelaskan mereka asik sendiri atau memang mereka tidak memperhatikan.
Deskripsi teori
Lahirnya teori uses and gratifications dilatar belakangin kegiatan sejumlah penelitian tentang keterikatan orang dengan media, seperti dalam mendengarkan radio atau membaca surat kabar.
Meneliti masih banyak kah orang yang senang dengan membaca surat kabar dan mendengarkan radio di bandingkan menonton televisi.
Tahapan chidhood, berada di antara tahun 1940’an dan 1950’an. Studi yang mengunakan pendekatan uses and gratifications lebih banyak menekan pada deskripsi mendalam tentang orientasi audiens dalam menyeleksi isi media.Hasil-hasil studi periode awal ini cendrung mengungkapkan pandangan atau perasaan dan kualitas keterlibatan audiens dalam komunikasi massa.
Didalam tahan diatas menjelaskan bahwa kita bisa melihat pandangan persaan audiens hanya dengan melihat ekspresi muka dan gerakan tubuh audiens
Elihu katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevicth yang selama ini dikenal luas sebagai tokoh penggagas teori uses and gratifications bukanlah pencetus tunggal teori ini. karena masih banyak peneliti yang terlibat dan memiliki peran dalam membangun teori ini,meskipun Katz, Blumler, dan Gurevitch memiliki jasa yang cukup besar dalam mengumpulkan atau menyintesiskan temuan-temuan studi empirik, merumuskan, serta meletakan asumsi-asumsi dasar teori uses and gratifications.
Asumsi dasar Dan isu Teoritik
            Seperti telah disampaikan sebelumnya, teori uses and gratifications menjelaskan tentang kebutuhan dan keinginan seseorang untuk memuaskan kebutuhan serta memotifasi dalam mencari, memilih, dan menggunakan media (Katz, Blumler, dan Gurevitch, 1974).
Terdapat lima asumsi dasar yang melandasi teori uses and gratification (Katz, Blumler, dan Gurevitch, 1974)
1.      Audiens dipandang aktif karena dianggap memiliki tujuan yang terarah dalam perilakunya.
2.     Dalam proses komunikasi massa , audiens diposisikan sebagai titik sentral dalam melihat relasi antara kepuasan, kebutuhan, dan pilihan media.
3.     Media dianggap bersaing dengan sumber-sumber lain dalam memenuhi kepuasan audiens.
4.     Dalam kaitannya dengan metodologi, data dari audiens dianggap merupakan data terbaik untuk mengetahui kebutuhan, kepuasan dan pilihan media.
5.     Value judgment tentang signifikasi budaya dalam komunikasi massa dikesampingkan karena bobot penekanan teori ini lebih banyak merujuk pada perspektif audiens.
dari kelima asumsi dasar ini, Katz, Blumler< dan Gurevicth (1974) memberikan penjelasan lebih jauh tentang sejumlah isu teoritik dalam menunjukkan argumen kunci dan penjelasan konseptual teori uses and gratifitations.
1.     Penggunaan dan fungsi media
Kepuasan yang diproleh audiens dalam mengunakan media memiliki kaitan dengan fungsi media. Katz, Blumler, dan gurevicth (1974) menyebutkan fungsi ini sebagai unifungsi untuk menunjukkan keterlibatan audiens pada beragam bentuk dan untuk mengungkapkan adanya serangkaian fungsi media bagi audiens, seperti pengawasan, hiburan, mediasi sosial, pembentukan identitas diri, dan pengalihan diri.
Tujuan utama menggunakan media adalah untuk memenuhifungsi tertentu, katz, Blumler, dan Gurevitch (1974) tidak mengabaikan kemungkinan adanya potensi disfungsi dari penggunaan media.
2.     Media-relatif-need
Merupakan formasi baku yang dianggap Katz, Blumler, Dan gurevitch (1974) dapat menjelaskan persoalan penggunaan media. Dalam penilaian mereka, studi-studi komunikasi yang pernah ada memiliki kelemahan mendasar karena kebutuhan sosial atau pun psikologis seseorang tidaak diikutkan dalam penjelasan tentang penggunaan dan gratifikasi media.
Untuk tidak terjebak peneliti menginvestigasi kebutuhan terlebih dahulu, sebagai strating point, dan kemudian berusaha melacak sejauh mana kebutuhan-kebutuhan itu terpuaskan oleh media atau sumber-sumberlain.
3.     Sumber gratifikasi  media
Menurut teori uses and gratifications, dapat dikelompokan menjadi tiga: yaitu konten media, eksposure ( pajanan) pada media, dan konteks sosial yang menggambarkan situasi paparan media yang berbeda.
4.     Gratifikasi dan atribut media
Selama nini banyak peneliti gratifikasi yang berfokus dan terbatas pada penjelasan temuan tentang konten tertentu yang melayani fungsi tertentu atau satu medium dianggap lebih baik daripada media yang lain dalam mengetahui kebutuhan tertentu (Katz, Blumler, dan Gurevitch, 1974).  Keterbatasan ini menuntut langkah penelitian selanjutnya yang mamp menjawab persoalan-persoalan seperti apakah atribut media yang dicarikan oleh teknologi dan estika berhubungan dengan kemampuan media dalam memberikan kepuasan pada audiens.
5.     Citra atau Kualitas intrinsik
Ketika orang mengasosiasikan membaca buku dengan keinginan untuk memperluas pengetahuan, misalnya, sulit menjabarkan apakah pengunakan media ini lebih baik digerakan oleh persepsi tentang media atau kualitas intrinsik yang memang terdapat di media.
6.     Gratifikasi dan efek
Terdapat kesepakatan di antara peneliti untuk menolak gagasan yang mengasosiasikan gratifikasi dengan efek media. Dinyatakan oleh Katz, blumler, dan Gurevitch (1974), tidak ada upaya empirik atau diskusi teori yang sama secara khusus menelaah keterkaitan antara gratifikasi dan efek media.
Aplikasi Teori
            Pada awalnya, teori uses and gratifications digunakan para peneliti untuk menjelaskan motif dan gartifikasi aundiens dalam menggunakan media lama (tradisional), seperti televisi, radio surat kabar, dan majalah.
            Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi , teori uses and gratifications kemudian banyak digunakan untuk menjelaskan motif dan gratifikasi penggunaan media baru. Sebagai contoh, Korgaonkar dan Wolin (1999) menggukan teori ini untuk mengeksprorasi motif penggunaan web.
Keritik terhadap teori
            Peneliti-peneliti awal uses and gratifications mengindentifikasi variabel-variabe sosial dan psikologi sebagai penyebab perbedaan pola pengonsumsian media dan gratifikasi (kepuasaan).
Teori uses and gratifications juga dikritik terlalu individualistik karena berfokus pada konsumsi media yang dilakukan audiens (Ruggiero, 2000). Teori ini pun dipandang terlalu behavioristik, seperti yang dinyatakan Chaney (1972), karena penjelasan kuasi-behanvioris untuk penggunaa media terlalu sederhana.
Pengembangan teori dan rekomendasi bagi penelitian ke depan
            Sejumlah peneliti diawal tahun 1980’an mencoba melakukan replikasi dan modifikasi teori uses and gratifications dan memperbaiki metodologi yang tidak sekedar deskriptif.
Rubin (1984) sebagai contoh. Menyarankan bahwa audiens aktif bukan merupakan konsep absolut. Windahi (1981) beragumen  bahwa konsep audiens aktif memberikan gambaran tentang audiens sebagai orang yang superasional dan sangat selektif. Levy dan Windahi (1984) menyebutkan bahwa keaktifan audiens dalam proses komunikasi.
Penutup
            Uses and gratifications mengidentifikasi bahwa pengguna media memainkan peran aktif dalam memilih dan menggunkan media.